Slide Show

  • Saya sedang ada di Bale Santika UNPAD
  • My Picture When Registration
  • Me and The Unusable Plane
  • Like Father Like Sons
  • Adik Saya M.Bayu Yuliansyah

Kamis, 26 Juli 2012

Coretan Pertama sang Calon Diplomat


Hola, nama saya Rio Alfajri, sekarang saya bekerja sebagai studenterpreneur, gabungan dari Enterpreneur dan Student. Sebagai seorang student saya diperintahkan Allah untuk melanjutkan proses mencari ilmu ke sebuah daerah yang kata ibu kos saya yang baru dulunya adalah rawa-rawa, Jatinangor. (Kalau ingat kata ayah saya dulu daerah Bangau, daerah SMA Xaverius 4 dan SMA Xaverius 1 itu juga rawa, Red). Ya, kawan itulah luar biasanya pendidikan, ibu kos saya yang baru sempat bercerita bahwa semenjak di Jatinangor ada perguruan tinggi koperasi Indonesia, IKOPIN, Institut Koperasi Indonesia, kemudian diikuti dengan berdirinya UNPAD serta IPDN, dan dilanjutkan pindahnya ITB ke Jatinangor, jadilah daerah yang dulunya rawa-rawa ini berubah menjadi daerah lautan pelajar. Bukan main-main kawan, setiap sore di kala puasa saja kita bisa melihat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersliweran di sini, pun akan jauh lebih ramai di hari-hari yang memang semestinya banyak mahasiswa berseliweran, hari sekolah.
Oh, iya di Jatinangor saya akan melanjutkan pendidikan di Universitas Padjajaran, di sini saya bergabung dengan keluarga besar Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Fisip ada juga yang menyingkatnya FISIPOL, ya yang mana saja boleh. Spesialis saya adalah jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Oleh karena itu, blog saya ini, semoga kelak bisa menjadi buku saya beri judul CORAT-CORET SI CALON DIPLOMAT, tadinya mau saya beri judul corat-coret si calon Dubes, tapi saya pikir Dubes itu juga diplomat makanya saya ganti jadi diplomat saja.
Bagaimana rasanya ngekost? Ngekost memang belum akrab dengan saya, bagaimana bisa akrab, setelah saya berusia 17 tahun lebih saya belum pernah merasakan bagaimana hidup jauh dari orang tua. Paling lama saya hidup agak terpisah dari orang tua adalah saat saya bersama beberapa teman lain berjuang membela kontingen Sumatera Selatan di Manado yang lamanya hanya 7 hari. Tapi saya bersyukur, karena pernah merasakan dan akan merasakan lagi bagaimana hidup mandiri. Saya jadi ingat ketika mendengar cerita Hadi yang dari OKI saat menghabiskan  3 tahun pendidikan SMA dengan jauh dari orang tuanya, saya rasa Hadi saja masih lebih beruntung teman saya yang saya juluki pejuang jauh harus lebih berjuang lagi. Pejuang ini namanya Praoja Yordan, dia anak seorang petani di Belitang, dia merantau ke Palembang dan bekerja di sebuah rumah sambil siangnya mencari ilmu di SMA Xaverius 4 Palembang. Praoja memang pejuang yang getol, saya masih ingat bagaimana bersama-sama dia menjelajah took buku bekas, tempat favorit kami saat SMA Xaverius 4 pulang lebih awal. Saya beruntung mengenal Praoja dan Hadi mereka berdua pejuang kuat, saya mendapat sosok mentor berharga dari mereka. Semoga kawan, semoga saya bisa menjadi pejuang yang lebih hebat dari kalian.
Teman-teman besok saya akan coretkan sedikit pengalaman saya yang diajari oleh ayah saya bagaimana cara naik pesawat, pelajaran ini saya dapat saat pergi ke Jatinangor bersama ayah saya, semoga pengalamn ini bisa bermanfaat ya. See You. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar